Sabtu, 29 Oktober 2011

resensi novel laskar pelangi

Resensi novel laskar pelangi


Judul buku : Laskar pelangi
Pengarang   : Andrea Hirata
Penerbit      : Bentang Pustaka
Tebal Buku  : 534

Novel karya Andrea Hirata ini mengutip tentang sebuah cerita yang sangat menarik. Novel dengan tebal 534 halaman ini dikutip dari kisah nyata perjalanan seorang penulis dalam mengejar angan-angannya hingga sampai ke perancis. Novel inipun mendapat banyak pujian hingga sutradara terkenal  Riri Riza dan Mira Lesmana menjadikan novel ini sebagai film yang sangat menarik. Novel ini dapat membuat pembaca terhanyut ke dalam cerita dan membuat mereka berkhayal seolah-olah mereka ikut berperan dalam novel ini.
Andrea Hirata adalah seorang pemimpi yang menggunakan mimpi-mimpinya untuk mengatasi masalah dalam kehidupan dan selalu berusaha untuk mengubah mimpi-mimpinya itu untuk berubah menjadi sebuah kenyataan. Dalam novel yang telah dikarangnya ini, Andrea Hirata lebih sering menceritakan tentang masa lalunya di Belitong. Sehingga hal tersebut dapat menggambarkan suasana yang sama seperti kenyataan.
Masyarakat menganggap gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata adalah gaya bahasa yang baik dan tidak membosankan. Selain ia menggunakan bahasa indonesia, ia juga menggunakan bahasa melayu yang sedikit mmbuat para pembaca kebingungan. Akan tetapi, arti bahasa melayu selalu ada di kalimat terbawah. Sehingga pembaca dapat memahami bahasa melayu dan tadinya kurang dimengerti.
Andrea Hirata menggunakan alur campuran dalam membuat novel ini. Tapi alur maju lebih dominan. Sudut pandang yang digunakan Andrea Hirata adalah sudut pandang orang pertama, karena Andrea Hirata sendirilah yang merupakan peran utama dalam novel ini. Banyak amanat bermanfaat yang terkandung di dalam novel ini. Andrea Hirata berusaha mengajarkan pada kita sikap optimis dalam meraih cita-cita.
Seorang anak laki-laki bernama ikal adalah tokoh utama dalam cerita ini. Ia sangat berani, pintar, tangguh dan selalu belajar untuk meraih mimpinya. Disini diceritakan juga tentang kehidupan seorang anak laki-laki jenius dan pemberani yang bernama lintang. Akan tetapi, ia terpaksa berhenti sekolah karena terhimpit keadaan. Salah satu tokoh lainnya adalah mahar, seorang anak laki-laki yang hobi menyanyi dan menyukai hal-hal yang berbau misteri. Ada juga Bu mus yang merupakan seorang guru yang sangat baik dan disayangi oleh semua murid-muridnya.dan banyak juga karakter yang lain.
Berawal dari kehidupan anak yang bernama ikal yang harus menunggu 10 anak untuk memulai bersekolah. Ikal, trapani, sahara, syahdan, kucai, lintang, mahar, borek, bu mus, A kiong, pak harfan dan semua wali murid yang cemas menunggu apakah ada satu anak lagi yang mau bersekolah di Sd muhammadiyah. Jika tidak ada satu anak lagi, maka mereka tidak bisa bersekolah. Hingga akhirnya seorang anak berumur 15 tahun yang terbelakang menyelamatkan kesembilan anak itu yang telah lama menunggu untuk bersekolah.kesembilan anak itupun sangat senang karena mendapat kesempatan untuk dapat meraih mimpi dan cita-cita bersama.
Pelajaran menarik yang dapat kita kutip dari novel ini adalah ketidak putusasaan dan rasa optimis dalam meraih mimpi dan cita-cita. Dan juga mengajarkan rasa tolong menolong terhadap sesama teman. Akan tetapi, walaupun dengan segala kelebihannya, novel inipun memiliki sedikit kekurangan, yakni membuat pembaca sedikit kesulitan mencerna bahasa melayu yang ada dalam novel ini dan juga ada beberapa kiasan dan ungkapan yang menjadikan novel ini sedikit kurang bisa difahami. Akan tetapi, cerita dalam novel ini sangat menarik dan terdapat pesan bermanfaat yang sangat berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar